Mungkin kita semua sudah mengerti dan mendengar Kasus Nyontek Masal Gadel ini dari Televisi, Radio, Surat Kabar, atau mendengar sendiri dari teman kita. Kasus Gadel ini ternyata menjadi topik panas di setiap berita yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Bagaimana tidak, kasus Gadel ini sudah dianggap sebagai degradasi moral, ketidakpastian moral (intermedinancy of moral), atau kalahnya nilai kejujuran dengan nilai kebatilan oleh berbagai pemerhati budaya dan pendidikan.

Awalnya AL (siswa kelas 6 SDN Gadel Surabaya) diminta Gurunya untuk memberikan contekan jawaban Ujian Nasional kepada teman-temannya. AL merupakan salah satu siswa terbaik nan pandai dari sekolah tersebut, mungkin karena kepandaiannya sang Guru berharap AL membagi jawabannya kepada teman-temannya dengan harapan nilai Ujian Nasional teman-temannya menjadi bagus seperti nilainya AL. Sebelum melakukan aksinya pada hari H, ternyata AL dan teman-temannya melakuakan gladi resik bersama Gurunya untuk menyontek secara sistematis dan terencana. Walaupun AL dijadikan sebagai pusat contekan, ia ternyata sangat cerdik hasil kerja kerasnya tidak semudah itu diberikan kepada teman-temannya. AL kadang-kadang memberikan jawaban yang salah kepada temannya.
Beberapa hari setelah Ujian Nasional SD usai, AL curhat ke ibunya kalau dirinya disuruh oleh gurunya untuk memberikan jawaban ujiannya kepada teman-temannya. Sontak, sang ibu merasa tidak terima jika anaknya dijadikan alat atau mesin nilai oleh gurunya. Bagaimana tidak seorang Guru mestinya digugu dan ditiru ternyata mengajarkan kepada anak didiknya untuk menyontek (bentuk ketidakjujuran melaksananakan Ujian Nasional). Sang ibu kemudian melaporkan kejadian nyontek masal ini ke dinas pendidikan setempat. Tidak lama kemudian sang Guru dan Kepala Sekolah dicopot dari jabatannya.
Yang aneh, respon atau reaksi masyarakat sekitar Gadel sangat aneh dan dinilai oleh masyarakat luar Gadel sebagai alasan yang tak masuk akal. Mereka menganggap nyontek ujian nasional dianggap lumtah dan biasa. Selain itu, mereka melakukan demo di depan rumah AL dan meminta untuk keluar dari desa Gadel secepatnya karena menilai AL dan ibunya yang menyebabkan Kepala Sekolah SDN Gadel dan Guru dicopot dari jabatannya. Bahkan dalam rapat dengan pengurus desa setempat, warga terus-terusan menekan AL dan ibunya. Bukannya membela tindakan ibunya AL, tetapi malah mendukung apa yang dilakukan oleh Gurunya. Hal inilah yang diistilahkan sebagai “Kalahnya nilai Kejujuran di masyarakat” atau bahkan “Hilangnya nilai Kejujuran di masyarakat”.

Mungkin kasus Gadel ini disebabkan oleh gagalnya sistem pendidikan kita yang menerapkan nilai ujian nasional sebagai penentu kelulusan seorang siswa. Dengan diterapkannya nilai ujian nasional sebagai penentu kelulusan mulai dari orang tua, kepala sekolah, guru, walikota, pejabat daerah menghalalkan segala cara agar siswa lulus dengan nilai terbaik. Sikap mendewakan nilai ujian nasional ini ternyata telah melabrak nilai kejujuran yang selama ini dielu-elukan sebagai nilai luhur yang tercermin dalam budaya Indonesia. Toh pada akhirnya, nilai ujian nasional tidak digubris oleh perguruan tinggi, malah perguruan tinggi melakukan tes tersendiri untuk menentukan mahasiswa pilihan melalui SNMPTN.
Hmm,, mungkin saya sebagai pendidik juga turut bersalah secara tak langsung atas kejadian Kasus Gadel ini. Kita seharusnya tidak menyalahkan satu pihak saja, tetapi yang salah adalah kita bersama. Aku, kamu, dia, dan mereka. Bolehlah warga Gadel membela diri “Tidak semuanya berprilaku begitu, masih ada yang baik!” Benar. Tapi setidaknya apa yang terjadi di Gadel dan apa yang terjadi sebelum-sebelumnya semakin meyakinkan kita bahwa ada yang sakit dengan “Jiwa” kita.
Mari kita renungkan apa yang terjadi pada bangsa ini!

Jadi keinget sewaktu SMP .aku kyk AL mas. Tp aku g nglakuin yg AL lakuin (ngasi jwbn ngawur). Ceritanya panjang ,sampai aku dimusuhi anak2 kelasku yg bkn skelas m aq pas wkt ujian (no absen 1-20)
*nyesek.
Kalau kyk gni ngapain juga UN diadakan .ya toh. Brarti smua brpacu untk dptkan nilai. BUKAN ilmu.
kalo mau ngambil banner ,,,gimana caranya,,,kok nggak ada kodenya!!!!!